Skip to content

Seputar Alat Penggali Terowongan, Tunnel Boring Machine

    Tunnel boring machine (TBM) merupakan alat penggali terowongan, dimana bentuk mesinnya menyerupai silinder sehingga permukaan terowongan yang terbentuk jadi seperti lingkaran.

    Alat ini memiliki diameter yang bervariasi, mulai dari 1 meter sampai 19 meter. Selain itu, TBM juga bisa digunakan pada batuan lunak sampai batuan keras. TBM dilengkapi dengan mata bor yang tersebar di permukaan kepala bor. Kepala bor yang berbentuk silinder ini kemudian berputar dan menggerus batuan. Begitu seterusnya sambil TBM bergerak maju.

    Penggunaan TBM sebagai elternatif metode drilling and blasting (D&B). Drilling and Blasting adalah metode konvensional untuk membuat terowongan dengan dua tahap utama, yakni membor dan meledakkan.

    Dalam keperluan konstruksi sipil, TBM biasan ya digunakan untuk pembuatan terowongan bawah laut, terowongan kereta api, atau tambang bawah tanah. Terowongan yang digali dengan TBM akan langsung mempunyai permukaan rata hingga tidak lagi diperlukan pekerjaan finishing.

    Kekurangan terbesar TBM ada di biaya kapital (capital cost). Harga TBM ukuran besar jelas sangat mahal, belum lagi kendala transportasi dan infrastruktur penunjang yang perlu pula disiapkan di lapangan.

    Tahun 1825 merupakan sejarah munculnya TBM, versi awal mesin ini sukses menggali Thames di Inggris. Tentu saja mesin ini masih sederhana pada waktu itu. Setelah terowongan digali, proses finishing masih perlu dilakukan.

    TBM terbesar dengan diameter 19 meter dibuat oleh Herrenknecht AG of Schwanau, perusahaan asal Jerman. Alat ini digunakan untuk menggali terowongan Gotthard Base sepanjang 57 km.

    Sumber: artikelbiboer.blogspot.com/2010/01/tunnel-boring-machine-mesin-penggali.html